Maslah Ketiga Tiga Pilar Keselamatan Umat: Tauhid, Persatuan, dan Nasihat kepada Penguasa
Daftar isi
Baca juga>>Masalah ke empat Taklid Buta Fondasi Kesesatan dan Bahayanya bagi Akidah Umat
Tiga Pilar Keselamatan Umat: Tauhid, Persatuan, dan Nasihat kepada Penguasa
Berdasarkan teks yang diriwayatkan, Rasulullah ﷺ menggarisbawahi tiga perkara fundamental yang menjadi asas keselamatan, kemaslahatan, dan keridhaan Allah bagi umat Islam. Tiga pilar ini—sebagaimana termaktub dalam hadis sahih—adalah:
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثَاً : أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً ، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلَا تَفَرَّقُوا، وَأَنْ تَنَاصَحُوا مَنْ وَلَاهُ اللهُ أَمْرَ كَم"Allah meridhoi tiga hal bagi kalian: bahwa kalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, bahwa kalian berpegang teguh pada tali Allah secara bersama-sama dan tidak berpecah belah, dan bahwa kalian menasihati orang-orang yang telah Allah percayakan urusan kalian”
Simpul dari hadis di atas tidak jauh dari 3 poin
- Beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
- Berpegang teguh kepada tali (agama) Allah seluruhnya dan tidak berpecah belah.
- Saling menasihati (memberikan nasihat) kepada orang yang Allah percayakan urusan (kekuasaan) kepada mereka.
Hadis tersebut juga memberikan penekanan khusus pada kesalahan persepsi seputar pilar ketiga. Ada pemahaman yang keliru yang menganggap bahwa menentang penguasa dan tidak tunduk kepadanya adalah sebuah keutamaan (فضيلة), sementara mendengar dan taat kepadanya adalah kehinaan (ذلة ومهانة). Pandangan seperti ini jelas bertentangan dengan apa yang diajarkan dan ditekankan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau justru memerintahkan untuk mendengar, taat, dan memberikan nasihat kepada mereka, serta berulang kali mengingatkan dengan sungguh-sungguh akan hal ini.
Artikel ini akan menguraikan ketiga pilar tersebut dengan merujuk pada dalil-dalil dari Al-Qur'an, As-Sunnah, serta penjelasan ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Pilar Pertama: Tauhid (Meng-Esakan Allah dalam Ibadah)
Ini adalah fondasi seluruh bangunan Islam. Allah ﷻ berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ibadah harus ditujukan secara ikhlas hanya kepada Allah, tanpa dicampuri syirik. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis yang masyhur:
حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا"Hak Allah yang wajib atas hamba-hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada Allah. Segala bentuk penyimpangan, kesyirikan, dan bid'ah dalam agama bermula dari pengabaian terhadap pilar ini.
Pilar Kedua: Persatuan di Atas Tali Agama Allah
Setelah mengokohkan tauhid, Allah memerintahkan umat Islam untuk bersatu dan melarang perpecahan.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
(QS. Ali Imran: 103)
Rasulullah ﷺ menggambarkan bahaya perpecahan dengan sangat jelas:
فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ اخْتِلَافُهُمْ"Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah perselisihan mereka."
(HR. Al-Bukhari)
Al-Imam Asy-Syathibi dalam Al-I'tisham menegaskan bahwa "tali Allah" dalam ayat tersebut adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Maka, persatuan yang hakiki adalah persatuan di atas kebenaran kitabullah dan sunnah Rasul-Nya, bukan persatuan atas dasar fanatisme golongan, suku, atau kepentingan duniawi.
Pilar Ketiga: Nasihat kepada Penguasa (Waliyyul Amr)
Inilah pilar yang sering menjadi ujian dan sumber fitnah. Pemahaman yang benar tentangnya sangat krusial. Islam mengajarkan ketaatan kepada penguasa muslim dalam perkara yang bukan maksiat.
Dalil tentang Kewajiban Taat:
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."
(QS. An-Nisa': 59)
Rasulullah ﷺ bersabda:
السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ"Seorang muslim wajib mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam hal yang ia sukai maupun benci, selama tidak diperintah untuk bermaksiat. Jika diperintah untuk bermaksiat, maka tidak ada mendengar dan tidak ada taat."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bagaimana dengan Nasihat?
Ketaatan bukan berarti membebek atau menutup mata terhadap kesalahan.Justru, bagian dari ketaatan adalah memberikan nasihat yang baik (an-nashihah). Rasulullah ﷺ mendefinisikan nashihah (nasihat) dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ. قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ"Agama adalah nasihat." Kami (para sahabat) bertanya: "Untuk siapa?" Beliau menjawab: "Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin secara umum."
Nasihat kepada penguasa harus dilakukan dengan cara yang baik (mau'izhah hasanah), bukan dengan cercaan, hinaan, atau pemberontakan terbuka yang menumpahkan darah dan mengobarkan fitnah. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya sebuah bab berjudul "Bab: Sabarnya penguasa atas gangguan (yang diterimanya)", yang menunjukkan bahwa para ulama salaf pun memahami betapa beratnya tugas penguasa dan pentingnya bersabar serta menasihati mereka dengan hikmah.
Batasan Ketaatan:
Ketaatan kepada penguasa berlaku dalam perkara yang ma'ruf (kebaikan). Adapun jika mereka memerintahkan kemaksiatan, maka tidak boleh ditaati. Namun, ketidaktaatan dalam hal maksiat ini tidak serta-merta membolehkan pemberontakan bersenjata (khuruj) selama mereka masih menegakkan shalat. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ"Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata (kufrun bawwah), yang kalian memiliki bukti atasnya dari Allah."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Para ulama seperti Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud "kekufuran yang nyata" adalah kekufuran yang jelas dan disepakati berdasarkan dalil yang qath'i (pasti), bukan sekadar dosa besar atau kesalahan ijtihad dalam masalah fiqih.
Kesimpulan: Solusi dari Segala Kekacauan
Tofik yang kita bahas menutup dengan pernyataan yang sangat dalam:
"Tidak pernah terjadi kerusakan dalam agama manusia dan urusan dunia mereka kecuali karena kelalaian dalam tiga perkara ini, atau sebagiannya."
Ini adalah diagnosis yang tepat. Setiap kerusakan, perpecahan, kelemahan, dan kehinaan yang menimpa umat Islam, akarnya dapat ditelusuri kepada:
- Lemahnya Tauhid: Tercampurnya amal ibadah dengan riya', syirik kecil, atau bergantung selain kepada Allah Atau juga syirik akbar.
- Kobarnya Perpecahan: Fanatisme kepada kelompok, pemikiran, atau individu tertentu lebih dikedepankan daripada kebenaran Al-Qur'an dan Sunnah.
- Sikap yang Salah terhadap Penguasa: Baik itu sikap memberontak tanpa ilmu dan pertimbangan maslahat yang menyebabkan chaos, atau sikap diam membabi buta yang membiarkan kemungkaran tanpa upaya mengingkari dengan cara yang benar.
Oleh karena itu, jalan menuju perbaikan adalah dengan kembali kepada tiga pilar ini: memurnikan tauhid, bersatu di atas sunnah, serta menegakkan ketaatan yang disertai nasihat dengan cara yang santun dan bijaksana kepada para pemimpin. Wallahu a'lam bish-shawab.
Baca juga>>>
Masalah ke empat Taklid Buta Fondasi Kesesatan dan Bahayanya bagi Akidah Umat
Referensi Tambahan yang saya ambil dari kitab para ulama:
· Kitab Al-'Ubudiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
· Kitab Al-I'tisham karya Imam Asy-Syathibi.
· Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi.
· Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-'Asqalani.
· Riyadhush-Shalihin karya Imam An-Nawawi (Bab: "Kewajiban Taat kepada Penguasa dalam Hal yang Bukan Maksiat").


Komentar
Posting Komentar
Kritik dan saran silahkan lampirkan komentar anda